Breaking News

Pengertian dan Hukum Bughat serta Hikmah dilarangnya


 PENGERTIAN DAN HUKUM BUGHAT SERTA HIKMAH DILARANGNYA

1. Pengertian dan Hukum Bughat
Menurut bahasa bughat artinya “mencari” bisa pula berarti “maksiat, melampaui batas, berpaling dari kebenaran, zalim”. sedangkan menurut istilah bughat ialah pembangkangan atau tindakan separatis terhadap pemerintahan yang sah.
Kaum muslimin yang tidak mau tunduk terhadap pemerintah yang sah dalam suatu negara disebut bughat atau pembangkang. Kaum bughat boleh diperangi apabila memenuhi syarat-syarat
a.   Mereka mempunyai kekuatan, baik senjata atau pendukung sehingga dapat menentang pemerintah yang sah
b.    Mereka telah keluar dan tidak mau taat lagi kepada penguasa
c. Mereka mempunyai prinsip yang tidak sejalan dengan pemerintah, namun mereka merasa pihaknya yang paling benar.
d.    Mereka mempunyai pengikut banyak dan setuju dengan prinsip mereka
e.    Mereka mempunyai pemimpin yang mereka taati
Allah SWT. Berfirman dalam Q.S Al-Hujurat: 9




Artinya “ Dan kalau ada dua golongan dari orang-orang yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu diantara keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali pada perintah Allah”.

2. Tindakan Hukum terhadap Bughat
Kaum bughat atau pembangkang harus diusahakan agar kembali tunduk kepada pemerintah yang sah.           
Upaya-upaya hukum yang harus dilakukan terhadap para pembangkang (bughat) adalah sebagai berikut :
a. Mengirim utusan kepada mereka untuk mengetahui sebab-sebab mereka melakukan pemberontakan
b.     Menasehati mereka dan mengajak untuk kembali menaati imam yang sah
c.     Jika mereka membandel, pemimpin berhak memberikan ultimatum kepada mereka, dengan jalan diadakan tindakan tegas bila mereka tidak segera menyerahkan diri
d. Jika mereka masih membandel juga, pemimpin (imam) berhak mengadakan tindakan kekerasan, menggunakan senjata sebagai balasan pada perbuatan mereka.

3. Status Hukum Bughat (Pembangkang)
Jika para pembangkang itu benar-benar tidak mau menaati pemerintah yang sah dan adil, maka mereka dianggap telah berbuat dholim dan memisahkan diri dari jama'ah, padahal tunduk kepada pemerintah yang sah dan adil serta menjalin persatuan dengan sesama merupakan kewajiban umat Islam.
Sebagaimana Firman Allah SWT :





Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul-Nya dan Ulil Amri di antara kamu". (Q.S. An-Nisaa' : 59)
Rasulullah bersabda :
مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةِ ثُمَّ مَاتَ مَاتَ مَيْتَةً جَاهِلِيَّةً  (رواه مسلم)
Artinya: "Barang siapa keluar dari taat dan memisahkan diri dari jama'ah, kemudian ia mati, maka matinya termasuk mati jahiliyah". (HR. Muslim)


4. Contoh Perbuatan Bughat
a.  Pada masa Rasulullah SAW di Madinah orang-orang Yahudi Bani Quraidhah melakukan pengingkaran terhadap perjanjian perdamaian yang dibuat bersama Rasulullah SAW. Lalu mereka melakukan pembangkangan, penyerangan dan pembunuhan terhadap umat Islam. Bahkan mereka merencanakan untuk membunuh Rasulullah SAW. Oleh Rasulullah SAW akhirnya Bani Quraidhah ini diperangi. Semua orang yang melawan dibunuh kecuali anak-anak, wanita dan orang yang sudah sangat tua (jompo). Perbuatan orang-orang Bani Quraidhah ini termasuk bughat.
b.  Pada masa pemerintahan Abu Bakar Shiddiq banyak umat Islam yang membangkang tidak mau membayar zakat. Oleh karena itu oleh Abu Bakar mereka diperangi. Perbuatan mereka tidak mau membayar zakat itu termasuk bughat, karena melawan penguasa dengan tidak mau membayar kewajibannya.

5. Hikmah Dilarangnya Bughat
Dilarangnya perbuatan bughat mengandung hikmah yang sangat banyak bagi kaum muslimin, dan umat Islam pada umumnya, di antaranya :
a.  Terciptanya situasi dan kondisi negara yang aman, nyaman dan tentram, sehingga pemerintah dapat melaksanakan program pembangunan dengan lancar.
b.  Hilangnya rasa was-was dan ketakutan masyarakat. Sebab pemberontakan selalu menelan korban yang banyak.
c.  Terjalinnya persatuan dan kesatuan antara semua komponen bangsa.
d.  Program pembangunan yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan mulus, tanpa adanya hambatan dari kaum pemberontak.
e.  Secara bersama-sama dapat menciptakan suatu negara yang subur makmur yang mendapat ridlo Allah SWT.

6. Menjauhi Perbuatan Bughat
Bughat adalah tindakan buruk yang tidak bertanggung jawab, karena dapat merugikan tatanan kemasyarakatan yang sudah tertata baik berdasarkan kesepakatan bersama. Bila ada hal-hal yang dianggap kurang berkenan di dalam kepemimpinan misalnya, maka ada cara yang baik untuk memperbaikinya. Dengan cara yang baik sajalah yang dapat menyelesaikan permasalahan baik permasalahan bangsa, Negara dan dalam kepemimpinan.
Untuk dapat menjauhi sikap perilaku bughat hendaknya diperhatikan beberapa hal berikut:
a.  Tanamkan keyakinan bahwa perbuatan bughat dilarang dalam agama Islam.
b. Tanamkan keyakinan bahwa melakukan perbuatan bughat hanya akan merugikan diri sendiri.
c. Tanamkan keyakinan bahwa perbuatan membangkang merupakan sikap perbuatan tercela.
d.    Berdo'alah kepada Allah agar diberi kekuatan untuk menjauhi sikap bughat.


Latihan Soal   ?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar dan jelas !
1.      Tulis dasar hukum larangan bughat !
2.      Sebutkan syarat-syarat seseorang dianggap bughat !
3.      Jelaskan hikmah dilarangnya bughat !
4.      Jelaskan contoh perbuatan bughat !
5.      Jelaskan tindakan Rasulullah dalam menghadapi kaum bughat

Tidak ada komentar