https://1.bp.blogspot.com/-WI1cHtLg5Xg/W6L65va5O5I/AAAAAAAAXHY/ow5NKwqp2WwCAmpkIz4yVmTQN1QOEx65ACLcBGAs/s1600/madrasah%2Bhebat.png

Breaking News

Pengertian dan Pengembangan Soal HOTS

PENGERTIAN DAN PENGEMBANGAN SOAL HOTS



A.   Pendahuluan
Terkait dengan isu perkembangan pendidikan di tingkat internasional, Kurikulum 2013 dirancang dengan berbagai penyempurnaan. Penyempurnaan antara lain dilakukan pada standar isi yaitu mengurangi materi yang tidak relevan serta pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik serta diperkaya dengan kebutuhan peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional. Penyempurnaan lainnya juga dilakukan pada standar penilaian, dengan mengadaptasi secara bertahap   model-model penilaian standar internasional. Penilaian hasil belajar diharapkan dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), karena berpikir tingkat tinggi dapat mendorong peserta didik untuk berpikir secara luas dan mendalam tentang materi pelajaran.
Berdasarkan hasil studi internasional Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan prestasi literasi membaca (reading literacy), literasi matematika (mathematical literacy), dan literasi sains (scientific literacy) yang dicapai peserta didik Indonesia sangat rendah. Pada umumnya kemampuan peserta didik Indonesia sangat rendah dalam: (1) memahami informasi yang kompleks; (2) teori, analisis, dan pemecahan masalah; (3) pemakaian alat, prosedur dan pemecahan masalah; dan (4) melakukan investigasi.Berdasarkan kenyataan-kenyataan di atas, maka perlu adanya perubahan sistem dalam pembelajaran dan penilaian.Penilaian yang dikembangkan oleh guru diharapkan dapat mendorongpeningkatan  kemampuan  berpikir  tingkat  tinggi,  meningkatkan  kreativitas,  dan membangun kemandirian peserta didik untuk menyelesaikan masalah.

B.   HIGHER ORDER THINKING SKILL   (HOTS)
Higher Order Thinking Skill   (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi dibagi  menjadi  empat  kelompok,  yaitu  pemecahan  masalah,  membuat  keputusan, berpikir kritis dan berpikir kreatif (Presseisen dalam Costa, 1985). Dalam pembentukan sistem konseptual IPA  proses berpikir tingkat tinggi yang biasa digunakan adalah berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis sangat diperlukan pada zaman perkembangan IPTEK sekarang ini, sebab saat ini selain hasil-hasil IPTEK yang dapat dinikmati, ternyata timbul beberapa dampak yang membuat masalah bagi manusia dan lingkungannya. Para peneliti pendidikan menjelaskan bahwa belajar   berpikir kritis tidak langsung seperti belajar tentang materi, tetapi belajar bagaimana cara mengkaitkan berpikir kritis secara efektif dalam dirinya ( Beyer dalam Costa ,1985). Maksudnya masing-masing keterampilan berpikir kritis dalam penggunaanya untuk memecahkan masalah   saling berkaitan satu sama lain.
Indikator keterampilan berpikir kritis dibagi menjadi lima kelompok (Ennis dalam Costa, 1985) yaitu ; memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan,  membuat  penjelasan lebih  lanjut  serta  mengatur  strategi  dan  taktik. Keterampilan pada kelima kelompok berpikir kritis ini dirinci lagi sebagai berikut:   a). Memberikan penjelasan sederhana terdiri dari keterampilan memfokuskan pertanyaan, menganalisis argumen, bertanya dan menjawab pertanyaan.    b). Membangun keteranpilan   dasar   terdiri   dari   menyesuaikan   dengan   sumber,   mengamati   dan melaporkan hasil observasi.      c). Menyimpulkan terdiri dari keterampilan mempertimbangkan kesimpulan, melakukan generalisasi dan melakukan evaluasi.   d). Membuat penjelasan   lanjut contohnya mengartikan istilah dan membuat definisi.   e). Mengatur strategi dan taktik contohnya menentukan suatu tindakan dan berinteraksi dengan orang lain dan berkomunikasi. Keterampilan berpikir kritis peserta didik antara lain dapat dilatih melalui pemberian masalah dalam  bentuk soal    yang bervariasi.  Ada berbagai   konsep dan contoh keterampilan  berpikir yang dikembangkan oleh para ahli pendidikan. Keterampilan berpikir yang dikembangkan   dan bentuk pertanyaannya menurut Linn dan Gronlund adalah seperti tertera  pada Tabel 1.

Tabel 1. Keterampilan Berpikir dan Bentuk Pertanyaannya


No
Keterampilan
Berpikir

Bentuk Pertanyaan
1
Membandingkan
- Apa persamaan dan perbedaan antara ...   dan...
- Bandingkan dua cara berikut tentang ....
2
Hubungan sebab-
akibat
- Apa penyebab utama ...
- Apa akibat
3
Memberi alasan
(justifying)
- Manakah    pilihan     berikut    yang     kamu    pilih,
mengapa?
- Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang ....
4
Meringkas
-  Tuliskan pernyataan penting yang termasuk ...
-   Ringkaslah dengan tepat isi …
5
Menyimpulkan
-    Susunlah  beberapa  kesimpulan yang berasal dari
data ....
-    Tulislah      sebuah      pernyataan      yang      dapat menjelaskan peristiwa berikut ....
6
Berpendapat
(inferring)
-    Berdasarkan ..., apa yang akan terjadi bila
-    Apa reaksi A terhadap …
7
Mengelompokkan
-    Kelompokkan hal berikut berdasarkan ....
-   Apakah hal berikut memiliki ....
8
Menciptakan
-   Tuliskan  beberapa  cara  sesuai  dengan  ide  Anda
tentang ....
-           Lengkapilah cerita ... tentang apa yang akan terjadi bila ....
9
Menerapkan
-    Selesaikan    hal    berikut    dengan    menggunakan
kaidah ....
-    Tuliskan ... dengan menggunakan pedoman....
10
Analisis
-   Manakah penulisan yang salah pada paragraf ....
-   Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ...
11
Evaluasi
-   Apakah kelebihan dan kelemahan ....
-   Berdasarkan    kriteria    ...,    tuliskanlah    evaluasi tentang..
12
Mengkreasi
 -   Tuliskan satu rencana untuk pembuktian ...
-   Tuliskan sebuah laporan ...
_ Susunlah …

Menurut Zaini (2015) Keterampilan berpikir tingkat tinggi  adalah pola berpikir siswa dengan mengandalkan kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta semua aspek dan masalah.Menurut berpikir tingkat tinggi adalah keterampilan berpikir yang mengkombinasikan anatar berpikir kritis dan berpikir kreatif. Menurut Uno (2012), soal HOTS memiliki empat indikator, yaitu: 1. Problem solving atau proses dalam menemukan masalah serta cara memecahkan masalah berdasarkan informasi yang nyata, sehingga dapat ditarik kesimpulan. 2. Keterampilan pengambilan keputusan, yaitu ketrampilan seseorang dalam memecahan masalah melalui pengumpulan informasi untuk kemudian memilih keputusan terbaik dalam memecahkan masalah.3.Keterampilan berpikir kritis adalah usaha untuk mencari informasi yang akurat yang digunakan sebagiamana mestinya pada suatu masalah 4. Keterampilan berpikir kreatif, artinya menghasilkan banyak ide sehingga menghasilkan inovasi baru untuk memecahkan masalah.

C.   Taxonomi BLOOM
Penilaian  hasil belajar sudah biasa dilakukan oleh guru. Instrumen penilaian yang dibuat harus memenuhi ranah kognitif, afektif dan psikomotor.   Selama ini kita sudah mengenal ranah taksonomi Bloom terutama dalam ranah kognitif, biasanya dalam penulisan ranah ini ditulis dalam singkatan C1 untuk tahap kognitif pengetahuan sampai dengan C6  untuk  tahap  kognitif  evaluasi.  Ranah-ranah  pada  taksonomi  Bloom  mulai tahun 2001 sebenarnya sudah ada perubahan, tetapi pada penerapannya di lapangan masih menggunakan ranah-ranah kognitif Taksonomi Bloom yang lama.

Perbedaan taksonomi Bloom yang baru ( Anderson, LW. & Krathwohl, D.R. ) dengan yang lama tertera pada Tabel 2.
Tabel 2.Taksonomi Bloom Lama dan Taksonomi Bloom Revisi

Taksonomi Bloom Lama
Taksonomi Bloom Revisi
Pengetahuan
Mengingat
Pemahaman
Memahami
Penerapan
Menerapkan
Analisis
Menganalisis
Sintesis
Mengevaluasi
Evaluasi
Mencipta


Perbedaan  taksonomi  lama  dengan yang baru     terletak  pada  ranah sintesis, dimana pada taksonomi yang direvisi ranah sintesis tidak ada lagi, tetapi sebenarnya digabungkan dengan analisis. Tambahannya adalah mencipta yang berasal dari Create. Urutan evaluasi posisinya menjadi yang kelima sedangkan mencipta urutan keenam, sehingga ranah tertinggi adalah mencipta atau mengkreasikan.  Perbedaan yang kedua adalah pada proses kognitif   paling rendah yaitu pengetahuan atau knowledge diubah menjadi mengingat yang berasal dari remember. Ada peningkatan dalam proses kognitif contohnya peserta didik tidak dituntut untuk mengetahui suatu konsep saja tetapi harus sampai mengingat konsep yang dipelajarinya.
Kata Kerja Oparsional (KKO) dalam taksonomi Bloom untuk Pengetahuan adalah tersaji sebagaimana bekut ini:
Tabel 1.8 Kata Kerja operasional Ranah Kognitif
Mengingat
Memahami
Menerapkan
Menganalisis
Mengevaluasi
Mengkreasi
mengenali
mengingat kembali
membaca
menyebutkan
mengurutkan
menjelaskan mengidentifi-kasi
menamai menempatkan
mengulangi  menuliskan

menafsirkan
meringkas
mengklasifi-kasikan membanding-kan
menjelaskan menjabarkan
menghubug-kan
mengenera-lisasi
Melaksanakan
Menggunakan
menjalankan melakukan
mempraktekan
memilih menyusun
memulai
menyelesaikan
mendeteksi
mentabulasi
menghitung

menguraikan
membandingkan mengorganisir menyusun ulang
mengubah- struktur
mengkerangkakan
 menyusun- outline mengintegrasikan membedakan menyamakan
memutuskan memiih
mengkritik
 menilai
menguji membenarkan
menyalahkan
merekomenda-sikan
merancang membangun merencana-kan memproduksi
menemukan
membaharui
menyempurnakan
memperkuat
memperindah menggubah
mengkons-truksi



D.     Pengembangan Soal HOTS
Pengembangan  soal  HOTS  memerlukan  berbagai  kriteria  baik  dari  segi  bentuk soalnya maupun konten materi subyeknya. Teknik penulisan soal-soal HOTS baik yang berbentuk pilihan ganda atau uraian secara umum sama dengan penulisan soal tingkat rendah, tetapi ada beberapa ciri yang membedakannya.

Ada beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman oleh para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi, yakni materi yang akan ditanyakan  diukur  dengan  perilaku  sesuai  dengan  ranah  kognitif  Bloom  pada  level analisis, sintesis dan evaluasi, setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan (stimulus) dan soal mengukur kemampuan berpikir kritis.

Agar butir soal yang ditulis dapat menuntut berpikir tingkat tinggi, maka setiap butir soal selalu diberikan dasar pertanyaan (stimulus) yang berbentuk sumber/bahan bacaan seperti: teks   bacaan, paragrap, teks drama, penggalan novel/cerita/dongeng, puisi, kasus, gambar, grafik, foto, rumus, tabel, daftar kata/symbol, contoh, peta, film, atau suara yang direkam.
Pada contoh pengembangan soal di dalam modul ini hanya di bahas soal  HOTS berdasarkan Bloom. Untuk pengetahuan   tambahan dalam penulisan soal HOTS,   Anda dapat pula mempelajari   kemampuan berpikir kritis yang dapat dijadikan dasar dalam menulis butir soal. Beberapa keterampilan berpikir kritis dan contoh indikator soalnya adalah sebagai berikut.

1). Menfokuskan pada pertanyaan
Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah/problem, aturan, kartun, atau eksperimen dan hasilnya, peserta didik dapat menentukan masalah utama, kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas, kebenaran argumen atau kesimpula
2). Menganalisis argumen
Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi sebuah situasi atau satu/dua argumentasi, peserta didik dapat: (1) menyimpulkan argumentasi secara cepat, (2) memberikan alasan yang mendukung argumen yang disajikan, (3) memberikan alasan tidak mendukung argumen yang disajikan.
3).   Mempertimbangkan yang dapat dipercaya
Contoh indikator soal: Disajikan sebuah teks argumentasi, iklan, atau eksperimen dan interpretasinya, peserta didik menentukan bagian yang dapat dipertimbangan untuk dapat dipercaya (atau tidak dapat dipercaya), serta memberikan alasannya.
4).   Mempertimbangkan laporan observasi
Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi konteks, laporan observasi, atau laporan observer, peserta  didik dapat mempercayai atau tidak  terhadap laporan itu dan memberikan alasannya.
5).   Membandingkan kesimpulan
Contoh  indikator  soal:  Disajikan  sebuah  pernyataan  yang  diasumsikan  kepada peserta didik adalah benar dan pilihannya terdiri dari: (1) satu kesimpulan yang benar dan logis, (2) dua atau lebih kesimpulan yang benar dan logis, peserta didik dapat membandingkan kesimpulan yang sesuai dengan pernyataan yang disajikan atau kesimpulan yang harus diikuti.

6).   Menentukan kesimpulan
Contoh indikator soal:         Disajikan sebuah pernyataan yang diasumsikan kepada peserta didik adalah benar dan satu kemungkinan kesimpulan, peserta didik dapat menentukan kesimpulan yang ada itu benar atau tidak, dan memberikan alasannya.
7).   Mempertimbangkan kemampuan induksi
Contoh indikator soal:  Disajikan sebuah pernyataan, informasi/data, dan beberapa kemungkinan kesimpulan, peserta didik dapat menentukan sebuah kesimpulan yang tepat dan memberikan alasanny
8).   Menilai
Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi sebuah situasi, pernyataan masalah, dan kemungkinan    penyelesaian    masalahnya,    peserta    didik    dapat    menentukan solusi   yang   positif   dan   negatif,   atau   solusi   mana   yang   paling   tepat   untuk memecahkan masalah yang disajikan, dan dapat memberikan alasannya.

9) .  Mendefinisikan Konsep

Contoh indikator soal: Disajikan pernyataan situasi dan argumentasi/naskah, peserta didik dapat mendefinisikan konsep yang dinyatakan.

10). Mendefinisikan asumsi

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah argumentasi, beberapa pilihan yang implisit di dalam asumsi, peserta didik dapat menentukan sebuah pilihan yang tepat sesuai dengan asumsi.
11)  Mendeskripsikan
Contoh indikator soal: Disajikan sebuah teks persuasif, percakapan, iklan, segmen dari video klip, peserta didik dapat mendeskripsikan pernyataan yang dihilangkan.

Keterampilan-keterampilan di dalam HOTS di dalam taksonomi Bloom termasuk tiga level tertinggi yaitu analisis, sintesis dan evaluasi.   Untuk peserta didik tingkat  menengah  tidak semua keterampilan  dapat dilatihkan melalui pemecahan soal- soal tetapi kita dapat memilih yang sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik SMP/MTs dan mengkreasikan menjadi soal yang mendorong peserta didik berpikir.

E.   Menyusun Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan  perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator pencapaian kompetensi berupa: (a) perilaku (tercermin dalam kata kerja) yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk kompetensi dasar (KD) pada kompetensi inti (KI)-3 dan KI-4; dan (b) perilaku yang dapat diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan KD pada KI-1 dan KI-2.
Dalam mengembangkan indikator perlu mempertimbangkan:
1. tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakandalam KD;
2. karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah;
3. potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan/daerah.

Dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian, terdapat dua rumusan
indikator, yaitu:
1. Indikator pencapaian kompetensi yang dikenal sebagai indikator;
2. Indikator penilaian yang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan menulis
soal yang di kenal sebagai indikoator soal.
Indikator memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan
pencapaian kompetensi berdasarkan SK-KD. Indikator berfungsi sebagai
berikut :
1. Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran
     Pengembangan materi pembelajaran harus sesuai dengan indikator yang dikembangkan. Indikator yang dirumuskan secara cermat dapat memberikan arah dalam pengembangan materi pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, potensi dan kebutuhan peserta didik, sekolah, serta lingkungan
2. Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran
     Desain pembelajaran perlu dirancang secara efektif agar kompetensi dapat dicapai secara maksimal. Pengembangan desain pembelajaran hendaknya sesuai dengan indikator yang dikembangkan, karena indicator dapat memberikan gambaran kegiatan pembelajaran yang efektif untuk mencapai kompetensi. Indikator yang menuntut kompetensi dominan pada aspek prosedural menunjukkan agar kegiatan pembelajaran dilakukan tidak dengan strategi ekspositori melainkan lebih tepat dengan strategi discovery-inquiry.
3. Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar
    Bahan ajar perlu dikembangkan oleh guru guna menunjang pencapaian kompetensi peserta didik. Pemilihan bahan ajar yang efektif harus sesuai tuntutan indikator sehingga dapat meningkatkan pencapaian kompetensi secara maksimal.
4. Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar
    Indikator menjadi pedoman dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi hasil belajar, Rancangan penilaian memberikan acuan dalam menentukan bentuk dan jenis penilaian, serta pengembangan indicator penilaian. Pengembangan indikator penilaian harus mengacu pada indikator pencapaian yang dikembangkan sesuai dengan tuntutan SK danKD.

Indikator Pencapaian Kompetensi: dirumuskan dalam bentuk kalimat dengan menggunakan kata kerja operasional. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua hal yaitu tingkat kompetensi dan materi yang menjadi media pencapaian kompetensi.
Contoh 1: Mapel Akidah Ahlak
KD: 3.1. Memahami dalil, dasar, dan tujuan akidah Islam
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1.   Menjelaskan pengertian akidah Islam
3.1.2.   Mengidentifikasi dalil tentang akidah Islam
3.1.3.   Menguraikan dasar-dasar akidah Islam
3.1.4.   Menyimpulkan tujuan akidah Islam
3.1.5.   ……
Contoh 2: Mapel Matematika
KD 3.4 Menjelaskan dan menyatakan himpunan, himpunan bagian, himpunan semesta, himpunan kosong, komplemen himpunan,  menggunakan masalah kontekstual
Indikator Pencapaain Kompetensi:
3.4.1. Menjelaskan Pengertian Himpunan
3.4.2. Menjelaskan pengertian anggota himpunan
3.4.3 Menjelaskan Penulisan Himpunan
3.4.4 …..

F.    Indikator Penilaian
Indikator Penilaian dikembangkan dari Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). satu IPK dapat dikembangkan dalam satu atau beberap Indikator Soal. Banyknya Insikator soal yang bias dikembangkan dari IPK tergantung pada kedalaman dan keluasan materinya. Indikator penilaian perlu dirumuskan untuk dijadikan pedoman penilaian bagi guru, peserta didik maupun evaluator di sekolah. Dengan demikian indikator penilaian bersifat terbuka dan dapat diakses dengan mudah oleh warga sekolah. Setiap penilaian yang dilakukan melalui tes dan non-tes harus sesuai dengan indikator penilaian
           
Indikator soal yang baik memiliki ciri-ciri sedemikian hingga indicator ini bias dibuat soalnya dan bias dianalisi dengan baik. Indikator soal yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.    memuat ciri-ciri kompetensi dasar yang akan diukur.
2.    memuat kata kerja operasional yang dapat diukur.
3.    berkaitan dengan materi (bahan ajar) yang dipilih.
4.    dapat dibuatkan soalnya.
5.    Jika diberikan pada dua orang pembuat soal atau lebih akan dihasilkan soal yang relatif sama
Indikator penilaian menggunakan kata kerja lebih terukur dibandingkan dengan indikator (indikator pencapaian kompetensi). Rumusan indicator penilaian memiliki batasan-batasan tertentu sehingga dapat dikembangkan menjadi instrumen penilaian dalam bentuk soal, lembar pengamatan, dan atau penilaian hasil karya atau produk, termasuk penilaian diri. Pada Indikator Penilaian tidak seperti IPK yang hanya memiliki dua unsur yaitu Kata kerja dan Materi, pada Indikator Penilaian memikiki rumusan “ABCD”. Yaitu Audience, Behaviours, Condition dan Degree. Penggunaan “Degree” pada Indikator Penilaian sering dihilangkan. “Condition” biasanya digunakan untuk soal-soal yang memiliki stimulus. Jika tidak menggunakan stimulus maka susunanya tinggal Audience dan Behaviour
Contoh 1: Tanpa “Condition”
“Peserta didik dapat menyebutkan siapakah yang orang yang pertama kali masuk Islam”

Contoh 2: dengan “Condition”
“Disajikan gambar bangun datar, peserta didik dapat menentukan salah satu bentuk gambar tersebut jika diputar 90o dengan sudut Pusat O (0,0)”
“Disajikan cerita tentang orang-orang yang menerima dakwah Nabi di Mekah, perta didik dapat menentukan sebutan orang-orang pertama kali masuk Islam”
“Disajikan ilustrasi dialog/percakapan, peserta didik dapat menentukan kalimat tanya  sesuai dengan ilustrasi yang disajikan.”
“Disajikan beberapa gambar tanaman dalam  kondisi pencahayaan berbeda, siswa dapat menyimpulkan pengaruh pencahayaan terhadap proses pembungaan”



G.   Contoh Soal HOTs



Uraian: Mapel Fikih
Topik : Sholat Jamak dan Sholat Kosor
Indikator: Disajikan cerita tentang perjalanan yang melewati dua waktu sholat, peserta didik dapat mengambil keputusan tentang jenis sholat yang harus diakukan
Soal: Toni berangkat pukul 08.00 dari Surabaya ke Yogyakarta sampai di tempat pukul 15.00.
Apa yang harus dilakukan Toni dalam melaksanakan shalat zuhur?
Proses Berpikir: Analisis dan Pengambilan Kesimpulan (Level 3)


Uraian: Mapel Matematika
Materi : Pola Bilangan
KD: 3.1. Menentukan pola pada barisan bilangan dan barisan konfigurasi objek
Indikator Soal: Disajikan gambar bangun atau system yang memiliki pola bilangan aritmatika,  peserta dapat mempridiksi kelanjutan pola tersebut pada nilai tertentu.
Proses Berfikir: Analisis, Menyusun dugaan
Soal :
Perhatikan bangun berukut!

      Berapa buah batu yang dibutuhkan untuk membuat menara diatas?
      Jika tinggi menara 10 batu berapa buah batu yang dibutuhkan? Bagaimana kamu menentukan banyak batu yang dibutuhkan?
      Jika tinggi menara n batu berapa buah batu yang dibutuhkan? Bagaimana kamu menentukan bentuk umum banyak batu yang dibutuhkan?

H.PENUTUP

Pengembangan soal HOTS untuk menguji pembelajaran Idapat dikembangkan lagi dalam berbagai tingkat berpikir. Guru  dapat menganalisis dahulu indikator- indikator yang telah dikembangkan dari kompetensi dasar, selanjutnya mengidentifikasi keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dapat diujikan  melalui soal ang  sesuai dengan indikator. Perlu diperhatikan pengembangan soal HOTS dalam pembelajaran harus bervariasi sehingga seluruh keterampilan berpikir untuk level SMP dapat dilatihkan dan dikembangkan pada setiap siswa.
Penyajian sosl-soal HOTS ini sebaiknya   dilakukan dahulu pada saat siswa latihan soal atau digabungkan pada Lembar Kegiatan Siswa untuk eksperimen maupun kegiatan diskusi. Sehingga siswa terbiasa mengerjakan soal-soal HOTS. Guru sebaiknya mencoba mengembangkan sendiri soal-soal HOTS atau dengan sesama guru di MGMP sehingga kualitas soal termasuk ke dalam kategori soal HOTS untuk pembelajaran MTs.


Daftar Pustaka

Atherton J S. (2011). Learning and Teaching; Bloom's taxonomy
BBC. Home. (2009). Science. Ks3.  http://www. bbc.co.uk/schools/ks3 bitesize/ science
BSNP. ( 2006). Pengembangan Penilaian. Jakarta . Depdiknas
          .htm TYPES OF QUESTIONS BASED ON BLOOM'S TAXONOMY lats update mei 2016
Paul & Elder . ( 2004).  The Nature and Function of Critical & Creative Thinking, www.cricalthinking.org.
National Commite. (1996).  National Science Educations Standards. Washington. National Academic Press

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar



Lampiran 1
INSTRUMEN TELAAH SOAL HOTS
BENTUK TES URAIAN

Nama Pengembang Soal          : ...................... Mata Pelajaran                           : ...................... Kls/Prog/Peminatan                : ......................

No.
Aspek yang ditelaah
Butir Soal


1
2
3
4
5
A.
1.
Materi
Soal sesuai dengan indikator(menuntut tes tertulis untuk bentuk
Uraian).





2.
Soal tidak mengandung unsur SARAPPPK (Suku, Agama, Ras, Anatargolongan, Pornografi, Politik, Propopaganda, dan
Kekerasan).





3.
Soal menggunakan stimulus yang menarik (baru, mendorong peserta didik untuk membaca).





4.
Soal menggunakan stimulus yang kontekstual (gambar/grafik, teks, visualisasi, dll, sesuai dengan dunia nyata)*





5.
Soal mengukur level kognitif penalaran (menganalisis, mengevaluasi, mencipta). Sebelum menentukan pilihan, peserta
didik melakukaan tahapan-tahapan tertentu.





6.
Jawaban tersirat pada stimulus.






B.
7.

Konstruksi
Rumusan kalimat soal atau pertanyaan menggunakan kata-kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai.





8.
Memuat petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.





9.
Ada pedoman penskoran/rubrik sesuai dengan kriteria/kalimat yang mengandung kata kunci.





10.
Gambar, grafik, tabel, diagram, atau sejenisnya jelas dan berfungsi.





11.
Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal lain.






C.
12.

Bahasa
Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa
Indonesia, untuk bahasa daerah dan bahasa asing sesuai kaidahnya.





13.
Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.





14.
Soal menggunakan kalimat yang komunikatif.





*) Khusus mata pelajaran bahasa dapat menggunakan teks yang tidak kontekstual (fiksi, karangan,
Dan sejenisnya).
**) Pada kolom nomor soal diisikan tanda silang (X) bila soal tersebut tidak memenuhi kaidah.

................., .............................. Penelaah



Format 2a.KARTU SOAL NOMOR.... (PILIHAN GANDA)

Mata Pelajaran             : ........................................ Kelas/Semester           : ........................................ Kurikulum                     : ........................................ Kompetensi Dasar          :
Materi                                   :
Indikator Soal                   :
Level Kognitif                    :

Soal:





















Kunci Jawaban: Keterangan:
Soal ini termasuk soal HOTS karena:

1.
.....................................
2.
.....................................
3.
.....................................


Format 2b.KARTU SOAL NOMOR..... (URAIAN)

Mata Pelajaran             : ........................................ Kelas/Semester           : ........................................ Kurikulum                     : ........................................

Kompetensi Dasar             : Materi                                      : Indikator Soal                      :

Level Kognitif                       :

Soal:







PEDOMAN PENSKORAN

No.
Uraian Jawaban/Kata Kunci
Skor



















Total Skor


Keterangan:

Soal ini termasuk soal HOTS karena:

1.   .....................................
2.   .....................................



Format 1.KISI-KISI SOAL HOTS

Mata Pelajaran             : .............................................................



No.

Kompetensi Dasar

Materi
Kelas/ Semester

Indikator Soal
Level
Kognitif
Bentuk
Soal
No.
Soal









































..............................., .................................... Mengetahui                                                                                                                                                                                                         Kepala  .........................................                                                                                                                     Guru …..




................................................................                                                                                                                      ................................................................ NIP.                                                                                                                                                                          NIP



Tidak ada komentar